Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

BREAKING NEWS: Komposisi KMP dan Indonesia Hebat di DPRD Lampung

Written By Unknown on Kamis, 02 Oktober 2014 | 11.27

Laporan Reporter Tribun Lampung Beni Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG-Dari 85 anggota DPRD Provinsi Lampung, jika dilihat komposisi anggota DPRD, lebih banyak anggota DPRD dari Koalisi Merah Putih (KMP). Mereka yagn tergabung dalam KMP: Gerindra (10), Golkar (10), PKS (8), PAN (8), PPP (4), dengan total 40 anggota.

Sementara Koalisi Indonesia Hebat: PDIP (17), Hanura (2), Nasdem (8), PKB (7), dengan total 34 anggota DPRD.

Sementara Partai Demokrat yang menyebut diri sebagai penyeimbang memiliki 11 kursi. Artinya, jika pemilihan Ketua DPRD Lampung berlangsung seperti pemilihan DPR RI melalui paket maka KMP bisa menguasai DPRD Lampung.

Namun, pemilihan pimpinan DPRD melalui paripurna hanya dilakukan di tingkat pusat. Hal ini sesuai dengan hasil uji materiil UU Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (MD3) di Mahkamah Konstitusi (MK).


11.27 | 0 komentar | Read More

138 Mahasiswa STMIK Surya Intan Kotabumi Diwisuda

Laporan Wartawan Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI- Sekolah Tinggi Manajemen informatika dan Komputer Surya Intan Kotabumi mewisuda 138 mahasiswa, Kamis (2/10/2014).

Pelaksanaan dilakukan di kompleks Islamic Center Kotabumi. Dari 138 mahasiswa, rinciannya, 62 sarjana dari jurusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi. Sedangkan Diploma 3 sebanyak 68 orang, serta 8 orang dari Diploma I.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Yayasan Iwan Ali Hasan, Pembantu Ketua I, II, III. Serta dari Pemerintah Kabupaten Lampung Utara Asmidi Ismail, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, dan dari DPRD Lampung Utara, Yordan Bangsaratoe.


11.27 | 0 komentar | Read More

BREAKING NEWS: Juniardi Ingin Lihat Mekanisme Penjaringan Parpol

Laporan Reporter Tribun Lampung Beni Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG–Salah seorang bakal calon wali kota Metro, Juniardi mengatakan dengan ketok palu pemilihan kepala daerah melalui DPRD, membuatnya berpikir ulang, apakah akan maju melalui jalur parpol dalam Pilkada Metro 2015 mendatang. Juniardi sebelumnya berencana maju melalui jalur independen (perorangan).

"Kita lihat dulu mekanisme penjaringan di parpol nanti seperti apa, apakah parpol benar-benar menjaring kandidat yang kompeten, atau lebih kepada transaksional. Kemudian harusnya ada uji publik, bagaimana nanti parpol melakukan uji publik, survei elektabilitas, apakah melibatkan lembaga survei atau seperti apa," katanya saat ditemui di DPRD Lampung saat menghadiri Paripurna DPRD Lampung, Kamis (2/10/2014).

Meski demikian, Ketua Komisi Informasi (KI) Lampung ini tetap optimistis dengan pencalonannya di Pilkada Metro. "Kita optimistis saja, RUU Pilkada ini kan belum resmi diundangkan, masih ada waktu, gugatan hukum (judicial review) di MK juga masih berlangsung," ungkapnya.


11.27 | 0 komentar | Read More

Pemkab Lampura Gelar Rapat Persiapan Lomba UKS

Laporan Wartawan Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menggelar rapat koordinasi persiapan Lomba Usaha Kesehatan Sekolah Tahun 2014, Kamis (2/10/2014).

Rapat dipimpin Sekretaris Kabupaten Samsir, dihadiri Asisten II Pemkab Lampura Fahrizal Ismail, serta beberapa pimpinan satuan kerja perangkat daerah terkait dengan lomba tersebut.


11.27 | 0 komentar | Read More

BREAKING NEWS: Dedi Afrizal Ditetapkan sebagai Ketua DPRD Lampung Definitif

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG-Rapat paripurna DPRD Lampung tentang penetapan Ketua DPRD menghasilkan Dedi Afrizal dari Fraksi PDI Perjuangan sebagai ketua definitif, Kamis (2/10/2014).

Sementara Wakil Ketua I dipegang Toto Herwantoko dari fraksi Partai Demokrat. Kemudian, untuk Wakil Ketua II dipegang  Patimura dari fraksi Partai Gerindra.

Wakil Ketua III sementara ini belum ada yang mengisinya dikarenakan fraksi Partai Golkar, yang seharusnya mengisi, belum mengajukan usulan ke pimpinan DPRD. Sedangkan Wakil Ketua IV dijabat oleh Johan Sulaiman dari fraksi PKS.

Usai Sekretaris DPRD Lampung Sutoto membacakan keputusan dewan, pimpinan rapat paripurna menanyakan kepada anggota, apakah menyetujui atau tidak dan disambut dengan teriakan setuju dari 85 anggota rapat yang hadir.


11.27 | 0 komentar | Read More

Tulis Besar-besar, Saya Bangga Dicap PKI!

Written By Unknown on Rabu, 01 Oktober 2014 | 11.26

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - 48 tahun sudah berlalu. Namun, cerita kelam masih terus diingat oleh Effendi Saleh (75) tahun. Peristiwa kelam itu disebut Gerakan 30 September.

"Saya bangga dicap PKI sampai sekarang. Tulis itu besar-besar," kata Saleh yang ditemui di press room DPR, Senin (30/9/2013).

Saleh adalah satu dari sekian korban rezim Orde Baru. Ia mengaku masih ingat betul saat dirinya masuk organisasi buruh di perusahaannya, Serbuni (Serikat Buruh Unilver), yang membuatnya menjadi tahanan politik karena dicap sebagai orang PKI.

Saat itu, cerita Saleh, seluruh buruh diwajibkan mengikuti organisasi buruh. Agar, katanya, jika ada masalah bisa disuarakan.

"Hasil kebijakan pemerintah, setiap buruh masuk organisasi. Setiap buruh, kalau melakukan tuntutan, mendapatkan bantuan," tutur Saleh.

"Saya anggota serikat buruh, tiba-tiba dicap PKI. Saya sama sekali tak tahu hubungannya organisasi itu dengan PKI," imbuh Saleh.

Tiba-tiba, pada 1965 ia terkena imbas dicap PKI. Ia tak memungkiri pernah ikut latihan militer, dalam rangka pelatihan bela negara. Saat itu, sedang ramainya gerakan ganyang Malaysia.

"Saya pernah ikut latihan militer, ketika itu sedang maraknya ganyang Malaysia. Saya ikut latihan juga bersama kodim. Tapi, tiba-tiba saat screening perusahaan, oleh kodim dicap anggota serikat buruh yang menasionalisasi. Kemudian, dicap PKI," ungkapnya.

Meski begitu, hingga 1967, Saleh masih menerima setengah gaji, meski tidak penuh. Peristiwa saat ditangkap, menjadi ingatan pribadi Saleh yang tak pernah ia lupakan. Ia sedang asyik tidur-tiduran di sebuah kebun di bilangan Cipete. Sebuah kebun milik temannya.

Saya ditangkap saat tidur di sebuah kebun di Cipete. Tiba-tiba digerebek. Engggak tahunya dianggap PKI," aku pria paruh baya yang kini tinggal di Sukabumi, Jawa Barat.

Saleh kemudian ditangkap dan dipindah-pindah saat diperiksa. Tim Operasi Kalong, Saleh mengingat, adalah tim penangkapan yang sangat kejam.

"Oleh Tim Operasi Kalong, disiksa. Saya dipaksa untuk mau mengaku sebagai PKI," kenang Saleh.

Peristiwa yang sampai saat ini ia masih ingat. Akibat di penjara lantaran dituduh sebagai PKI, ia terlambat menikah, yakni di usia 45 tahun.

"Sekarang saya bangga dicap PKI. Karena apa? Lihat sekarang, intervensi asing begitu mudah masuk, di mana-mana," cetus Saleh yang masih terlihat bugar. (*)


11.26 | 0 komentar | Read More

BREAKING NEWS: 3 Kali Masuk Penjara tak Bikin Pria Ini Kapok Edarkan Togel

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tersangka Iwankus mengaku bukan kali ini saja masuk penjara. Iwankus setidaknya sudah tiga kali keluar masuk lembaga pemasyarakatan karena kasus judi toto gelap (togel).

"Pertama saya ditangkap sama petugas Polsek Telukbetung Selatan, dipenjara 5 bulan, kemudian ditangkap petugas Polda Lampung dipenjara 1 tahun dan Polsek Telubetung Barat di penjara 7 tahun. Ini untuk yang kedua kalinya saya masuk Polsek Telukbetung Barat,"kata Iwankus, Rabu (1/10/2014).

Iwankus beralasan tidak mempunyai pekerjaan sehingga tetap mengedarkan togel. "Saya butuh uang untuk keluarga makanya tetap berjualan togel," ucap Iwankus.

Petugas Polsek Telukbetung Barat menangkap Iwankus (60) di rumahnya di Jalan Telukbone, Kampung Sinar Laut, Kota Karang, Telukbetung Timur. Iwankus ditangkap karena mengedarkan judi toto gelap (togel).

Dari tangan tersangka Iwankus petugas unit reskrim Polsek Telukbetung Barat menyita satu unit handphone, kalkulator, dua buah sepidol, 9 lembar kopelan togel dan uang tunai Rp 1,7 juta.


11.26 | 0 komentar | Read More

Herman Kembali Komandoi Raker di Gedung Semergou

Laporan Reporter Tribun Lampung Reny Fitriani

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Bandar Lampung kembali digelar di gedung Semergou, pemkot setempat, Rabu (1/10/2014).

Rakor bulanan ini kembali dipimpin oleh Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, didampingi Wakil Wali Kota Thobroni Harun, dan dihadiri oleh Kepala Dinas, Kepala Badan, Camat dan Lurah se-Bandar Lampung.

Rakor merupakan ajang dimana Kepala Dinas, Kepala Badan, Camat dan Lurah melaporkan atau meminta masukan dari wali kota terhadap tugas pokok masing-masing satker. (Reny Fitriani)


11.26 | 0 komentar | Read More

Horee Bebas Denda Bagi yang Telat Bayar Pajak

Laporan Reporter Tribun Lampung Reny Fitriani

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Bandar Lampung Yusran Effendi dalam laporannya mengatakan, hari ini pembayaran Pajak Bumi Bangunan jatuh tempo. Jika sesuai peraturan maka bagi wajib pajak yang membayar pajak hari ini akan dikenakan denda.

Namun Yusran mempertanyakan apakah Wali Kota akan memberikan kebijakan untuk menghapus denda tersebut, mengingat masih banyak wajib pajak yang belum membayar PBB.

"Sebagaimana diketahui bahwa hari ini PBB jatuh tempo. Wajib pajak yang bayar PBB terhitung hari ini akan dikenakan denda. Tapi apakah pak wali (Herman HN) akan memberikan kebijakan untuk menghapus denda ini?" tanya Yusran kepada Herman, saat Rakor SKPD, di gedung Semergou, Rabu (1/10/2014).

Menanggapi hal ini Wali Kota Bandar Lampung Herman HN pun mengatakan bahwa tidak ada denda bagi wajib pajak yang bayar PBB per hari ini.

"Nggak pakai denda aja banyak yang belum bayar, apalagi pakai denda. Ya nggak ada denda-denda," tukas Herman. (Reny Fitriani)


11.26 | 0 komentar | Read More

BREAKING NEWS: 9 Lembar Kopelan Disita dari Pengedar Togel

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Petugas Polsek Telukbetung Barat menangkap Iwankus (60) di rumahnya di Jalan Telukbone, Kampung Sinar Laut, Kota Karang, Telukbetung Timur. Iwankus ditangkap karena mengedarkan judi toto gelap (togel).

Dari tangan tersangka Iwankus petugas unit reskrim Polsek Telukbetung Barat menyita satu unit handphone, kalkulator, dua buah sepidol, 9 lembar kopelan togel dan uang tunai Rp 1,7 juta.

Kapolsek Telukbetung Barat Komisaris Lumban Gaol mengatakan Iwankus ditangkap berdasarkan laporan dari masyarakat. "Tersangka juga sudah lama menjadi target operasi," tutur Lumban Gaol kepada wartawan, Rabu (1/10/2014).


11.26 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger