Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Angin Bertiup Kencang di Pelabuhan Bakauheni Pagi Ini

Written By Unknown on Senin, 03 Desember 2012 | 11.26

Tribun Lampung - Senin, 3 Desember 2012 09:28 WIB

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pagi ini hembusaan angin di wilayah pelabuhan Bakauheni cukup kencang. Namun sejauh ini aktivitas pelayaran di pelabuhan tersebut masih berjalan normal.

Manajer operasional ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Heru Purwanto, Senin (3/12/2012) mengatakan, tiupan angin yang cukup kencang mulai terlihat mulai Senin subuh. Sebelumnya, hujan deras sempat mengguyur wilayah pelabuhan Bakauheni.

"Pagi ini hembusan angin cukup kencang. Namun sejauh ini belum berpengaruh pada aktivitas pelayaran," paparnya.(Dedi)

Akses lampung.tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat lampung.tribunnews.com/m


11.26 | 0 komentar | Read More

Percundangi Parma, Lazio Naik Keempat Besar

Tribun Lampung - Senin, 3 Desember 2012 09:37 WIB

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Lazio berhasil membungkam Parma 2-1 dalam lanjutan Serie-A di Stadion Olimpico, Minggu (2/12/2012). Poin sempurna ini mengantarkan Lazio naik satu peringkat ke peringkat keempat dengan 29 angka atau terpaut enam angka dari penguasa klasemen sementara Juventus.  

Giuseppe Biava membuka keunggulan Lazio lewat gol yang diciptakannya pada menit ke-25. Bek bernomor punggung 20 tersebut berhasil menjebol gawang Parma setelah memanfaatkan bola liar dari sepak pojok Michael Ciani di sisi kiri pertahanan Parma.

Pada menit ke-34, penyerang gaek Miroslav Klose berhasil menaklukkan kiper Antonio Mirente. Gol berawal dari umpan terobosan yang dilepaskan Alvaro González. Klose mengejar bola dan kemudian melepaskan tembakan keras. Bola meluncur deras dari sela-sela kaki Mirente sebelum akhirnya bersarang ke tengah gawang. Gol itu memastikan keunggulan Biancocelesti 2-0 hingga akhir babak pertama.

Selepas jeda, Parma lebih berkembang. Mereka mampu mendominasi permainan dan rajin melepaskan ancaman. Terbukti, Parma mampu memangkas selisih melalui gol yang diciptakan  Ishak Belfodil dari titik putih pada menit ke-66. Belfodil nyaris gagal mengeksekusi penalti setelah tembakannya ditepis Bizzari. Beruntung, Belfodil masih bisa menguasai bola rebound dan kemudian menyarangkannya ke sisi kiri gawang Lazio.      

Parma terlihat semakin percaya diri. Jonathan Biabiany berusaha memanfaatkan waktu tersisa untuk mencetak gol balasan. Namun, Lazio mampu menjaga keunggulannya sampai laga usai.(*)

Susunan Pemain
Lazio: 1-Albano Bizarri; 2-Michael Ciani, 20-Giuseppe Biava, 26-Stefan Radu, 39-Luis Pedro Cavanda; 6-Stefano Mauri, 8-Hernanes (Senad Lulic 73), 15-Alvaro González, 24-Cristian Ledesma, 87-Antonio Candreva; 11-Miroslav Klose (Libor Kozák 43)

Parma: 83-Antonio Mirante; 5-Cristian Zaccardo, 18-Massimo Gobbi, 28-Yohan Benalouane, 29-Gabriel Paletta; 16-Marco Parolo, 19-Gianluca Musacci, 32-Marco Marchionni; 7-Jonathan Ludovic Biabiany, 11-Carvalho De Oliveira Amauri (Ishak Belfodil 59), 21-Nicola Sansone

Akses lampung.tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat lampung.tribunnews.com/m


11.26 | 0 komentar | Read More

Syahrini Tampil Cetar dengan Rok Guntingan Koran

Tribun Lampung - Senin, 3 Desember 2012 10:16 WIB

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Bukan Syahrini namanya jika tak tampil heboh. Ini ditunjukkannya saat  acara SCTV Awards 2012, Jumat (30/11/2012). Syahrini mengejawantahkan makna cetar membahana, istilah yang dipopulerkannya itu dengan busana yang dikenakannya.

"Ya, idenya datang begitu saja. Aku kan pengin yang 'cetar dan membahana' (istilah Syahrini untuk sesuatu yang heboh). Habis kan bosan yang begitu-begitu saja," ujarnya.

Secetar apa sih busana yang dipakai penyanyi berusia 32 tahun itu? Ternyata mantan duet Anang Hermansyah ini mengenakan rok yang terbuat dari kertas tabloid. Bukan sembarang koran,  kertas koran itu berisi berita seputar sepak terjang penyanyi asal Bogor tersebut.

"Ya, rok ini sekarang dijadiin dari koran-koran, tabloid dari tahun 2008 sampai sekarang perjalanan karierku. Ratusan (jumlah beritanya), berat banget," kata Syahrini dengan memasang mimik serius.

Sejatinya, rok itu merupakan wujud kegalauannya akan model-model busana yang itu-itu saja. Syahrini menginginkan busananya berbeda dan istimewa dibanding gaya busana yang pernah dikenakannya.

Dari kegalauan itulah terbesit gagasan untuk mengenakan `sesuatu' yang menarik dan membuat banyak orang melirik padanya.

Gagasan itu lantas dikomunikasikan kepada perancang fashion langganannya, Hengky Kaliwarang. Sang perancang kondang rujukan selebriti itu paham apa yang dimaui pelantu lagu Kau Yang Memilih Aku ini.

Dalam tempo 12 jam saja, rok yang diangankan Syahrini jadi. Terbilang cepat lantaran bahan roknya yang berupa kliping berita Syahrini sudah tersedia. Seluruh kliping itu menumpuk di kantornya.(*)

Akses lampung.tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat lampung.tribunnews.com/m


11.26 | 0 komentar | Read More

Pria Tewas di Pasar Sentral Sering Makan di Warung Bambang

Tribun Lampung - Senin, 3 Desember 2012 10:34 WIB

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Bambang, pedagang di Pasar Sentral Kotabumi, menyebutkan, pria yang ditemukan tewas di pasar tersebut sering makan di warung miliknya. "Ia sering singgah ke warung saya untuk sarapan atau makan siang," kata Bambang, Senin (3/12/2012).

Karena sering ke warung, tentunya Bambang sering berbincang dengan pria tersebut. Menurutnya, korban berasal dari daerah Baturaja, Sumatera Selatan. Ia di sini bekerja sebagai tukang urut. "Dia berdomisili di Bukit Kemuning, Lampura, tetapi tepatnya saya tidak tahu," ujarnya.

Mendengar ditemukannya jasad anonim, ia langsung mendekat. Ternyata, sesosok tubuh tersebut merupakan orang yang sering singgah ke warungnya. "Saya lihat ternyata korban yang sering makan di warung," tutur pedagang nasi di pasar sentral ini.(anung)

Akses lampung.tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat lampung.tribunnews.com/m


11.26 | 0 komentar | Read More

Rapat Dirjen Kemendagri dan KPU Lampung Disambut Demo

Tribun Lampung - Senin, 3 Desember 2012 10:57 WIB

Tribun Lampung/Romi Rinando

Sekitar seratusan massa dari beberapa LSM melakukan aksi demo di depan Hotel Sheraton, Senin (3/12/2012).

Tribun Lampung/Romi Rinando

Tribun Lampung/Romi Rinando

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sekitar seratusan massa dari beberapa LSM melakukan aksi demo di depan Hotel Sheraton, Senin (3/12/2012). Massa menggelar aksi demo di tempat berlangsungnya rapat koordinasi antara Dirjen Kemendagri, Pemprov dan KPU Lampung.

Dalam orasinya koordinator aksi demo meminta perwakilan Mendagri dan KPU pusat menemui mereka. Mereka menuntut komisioner KPU Lampung diganti, dan tidak berhak menyelenggarakan pilgub.

Aksi demo juga dijaga puluhan aparat, polisi bahkan satu mobil water canon juga disiagakan di depan pintu masuk Hotel Sheraton.(Romi)

Akses lampung.tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat lampung.tribunnews.com/m


11.26 | 0 komentar | Read More

Pemain Football Bunuh Pacar Lalu Bunuh Diri di Depan Pelatih

Written By Unknown on Minggu, 02 Desember 2012 | 11.26

Tribun Lampung - Minggu, 2 Desember 2012 11:12 WIB

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pemain football dari Kansas City Chiefs, Jovan Belcher, menembak pacarnya  Kasandra Perkins (22) hingga tewas. Demikian dilansir Newsday, Minggu (2/12/2012).

Pria kelahiran 24 Juli 1987 ini menembak sang pacar, Sabtu pagi waktu setempat, lalu ke Arrowhead Stadium dan bunuh diri di depan tiga pejabat tim serta sejumlah temannya. Demikian keterangan yang disampaikan pihak kepolisian Kansas City.

Belcher, yang penghasilannya per 2012 diperkirakan 1.927.000 dollar AS atau sekitar Rp 18,4 miliar 9 (kurs Rp 9.500 per dollar AS), tinggal bersama sang pacar dan memiliki bayi berusia tiga bulan. Polisi mengatakan sang balita kini berada dalam pengawasan ibu Belcher, Cheryil, yang menyaksikan penembakan itu pertama kali.

Ia menembak dirinya di depan pelatih Romeo Crennel dan general manager Scott Pioli. Pihak kepolisian mengatakan Belcher dan Perkin sempat bertengkar di rumah kediaman mereka di Independence, Missouri. Belcher menembak Perkins beberapa kali lalu kemudian dibawa ke RS. Sayangnya, ia meninggal setelah di RS.

Sejumlah ofisial dan pemain Kansas City Chiefs mengaku berusaha menghentikan Belcher melakukan kekerasan itu sebelum akhirnya ia memilih menembakkan senjata ke tubuhnya.(*)

Akses lampung.tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat lampung.tribunnews.com/m


11.26 | 0 komentar | Read More

Ingin Belajar, 56 Anak Malah Keracunan

Tribun Lampung - Minggu, 2 Desember 2012 10:22 WIB

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kelas belajar terbuka yang digelar Komunitas Dinding di Pasar Bersehati, Manado, berubah menjadi kepanikan setelah 56 anak, 6 mahasiswa dan beberapa orang tua harus dilarikan ke rumah sakit karena diduga keracunan makanan, Sabtu (1/12) sore kemarin.

"Hingga pagi ini (Minggu, 2/11) masih ada 17 anak yang dirawat di rumah sakit dan 1 anak lainnya dalam perawatan intensif sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Prof Kandouw Malalayang," ujar salah satu aktivis Komunitas Dinding, Eden Manoppo.

Kejadian berawal ketika Komunitas Dinding menggelar kelas belajar di Lantai III Pasar Bersehati yang diikuti puluhan anak-anak yang tak mampu mengenyam pendidikan formal. Kelas dimulai sekitar pukul 13.00 dan istirahat satu jam kemudian. Sewaktu istirahat makan tersebut, anak-anak dibagikan nasi kuning hasil sumbangan para donatur.

"Waktu kelas belajar selesai sorenya, sewaktu sudah mau pulang kami mendapat kabar ada anak-anak yang muntah-muntah dan pusing-pusing. Diduga mereka keracunan," tambah Eden.

Tercatat ada 56 anak yang berusia antara 7 hingga 13 tahun yang kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Siti Maryam Tuminting. Tidak hanya anak-anak, beberapa orang tua juga harus ikut dilarikan ke rumah sakit karena ikut keracunan. Polsek Wenang telah memeriksa beberapa saksi dan penjual nasi kuning tersebut untuk menyelidiki kejadian ini.

Komunitas Dinding merupakan sebuah kegiatan sosial yang dimotori oleh beberapa mahasiswa yang tergerak untuk memberi pendidikan gratis serta pelayanan kesehatan gratis bagi anak-anak jalanan di Pasar 45 Manado. Kelas Belajar di Pasar Bersehati merupakan salah satu kegiatan rutin komunitas ini yang digelar setiap Sabtu.

Telah banyak anak jalanan yang tidak bersekolah kini menjadi bisa baca tulis karena ikut kegiatan Komunitas Dinding. "Kami tidak menyangka bisa kejadian seperti ini. Bagi yang peduli kami mohon bantuannya. Semalam kami sudah keluarkan biaya Rp 2,5 juta untuk bayar obat. Masih banyak tagihan obat yang belum sanggup kami bayar. Hari ini kami butuh 8-10 juta untuk bayar rumah sakit," ujar Jessica Salindeho salah satu relawan Komunitas Dinding.

Jessica sangat berharap bantuan, karena selama ini seluruh kegiatan Komunitas Dinding mereka danai dari dana pribadi dan sumbangan donatur. Misi mereka menjangkau anak-anak jalanan yang kurang beruntung telah berjalan hampir 3 tahun dengan ratusan anak yang telah bisa baca tulis. (*)

Akses lampung.tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat lampung.tribunnews.com/m


11.26 | 0 komentar | Read More

18.303 Ha Hutan di Jambi Dijarah

Tribun Lampung - Minggu, 2 Desember 2012 10:37 WIB

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Selama enam tahun PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI) mengawasi hutan di Provinsi Jambi, sudah 18.303 Hektare (Ha) hutan dijarah orang yang tidak bertanggung jawab.

"Umumnya lahan tersebut ditanam kelapa sawit, tanaman lain karet dan tanaman muda lainnya juga ada. Saat ini tutupan hutan kita hanya 80.252 Ha," ungkap Urip Wiharjo Kepala Departemen Perlindungan Hutan (Linhut) Reki, Selasa (27/11).

Sejauh ini, pihaknya telah melakukan pencegahan dan berbagai macam cara agar perambah tidak masuk dan menambah rusaknya hutan kawasan. Salah satunya dengan cara memasang 13 plang. Namun plang tersebut sudah ada yang dibongkar paksa oleh masyarakat bahkan dua orang petugas lapangan disandera oleh masyarakat.

Dengan kejadian seperti itu, diharapkan kepada aparat pemerintah, penegak hukum dan instansi terkait untuk sama-sama melakukan penindakan terhadap perambah tersebut.

Hutan yang sudah dirambah masih tetap milik kita. Dan kita akan mengusahakan untuk merebut kembali lahan yang sudah diserobot tersebut," ungkapnya.

Humas Reki, Surya Kusuma menjelaskan, kementerian kehutanan dan pemerintah Provinsi Jambi telah mengeluarkan surat edaran (SE) resmi menghentikan kegiatan perambahan di dalam kawasan PT Reki.

Menurut dia dua SE yang diterbitkan berdekatan hampir berketepatan dengan kunjungan menteri kehutanan Zulkifli Hasan ke basecamp PT Reki 22 November 2012 lalu. Saat itu menhut meminta aparat pemerintahan daerah bekerja sama agar perambah dikeluarkan dari dalam kawasan hutan restorasi," kata Surya Kusuma.

Dikatakannya, SE yang dikeluarkan Gubernur Jambi tertanggal 11 November 2012 berisi instruksi pencegahan dan penanggulangan perambahan, pembakaran dan penebangan hutan secara ilegal di kawasan hutan produksi PT REKI dengan nomor surat 04/INST.GUB/Dishut.5.3/2012.

Perintah itu ditujukan kepada Bupati Sarolangun, Bupati Batanghari, dan Dinas Kehutanan supaya mencegah dan tindakan represif terhadap pelaku kegiatan ilegal dalam kawasan hutan harapan tersebut.(*)

Akses lampung.tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat lampung.tribunnews.com/m


11.26 | 0 komentar | Read More

Dalam Sehari, Tiga Tewas di Kampus

Tribun Lampung - Minggu, 2 Desember 2012 10:52 WIB

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Polisi di Casper College, Wyoming, Amerika Serikat tengah menyelidiki tewasnya tiga orang di kampus itu dalam sehari. Menurut pihak kepolisian sebagaimana warta AP pada Minggu (2/12/2012), ketiganya tewas dalam dua tindakan kriminal berbeda.

Satu korban tewas adalah seorang siswa. Diduga, yang bersangkutan melakukan bunuh diri. Sementara, dua korban lainnya menemui ajal lantaran kekerasan dengan senjata tajam. Rumor mengatakan kalau korban tewas lantaran dipanah.

Polisi melarang orang untuk masuk ke lokasi kejadian di dalam kampus itu. Sementara, kegiatan 5.000 siswa di situ diliburkan.(*)

Akses lampung.tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat lampung.tribunnews.com/m


11.26 | 0 komentar | Read More

4.900 Pasutri Antre Sidang Isbat Nikah

Tribun Lampung - Minggu, 2 Desember 2012 11:29 WIB

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kantor Pengadilan Agama (PA) Polewali Mandar di Kelurahan Manding yang biasanya sepi, sejak Selasa pekan lalu mendadak ramai. Sebanyak 4.900 pasangan suami istri yang sudah puluhan tahun hidup serumah tanpa surat nikah, berduyun-duyun ingin ikut sidang isbat nikah.

Pasangan tersebut sebelumnya sudah menjalani pernikahan massal di Stadion Salim Mengga Polewali Mandar, Sulawesi Barat, 2010. Sidang isbat ini harus mereka jalani agar anak-anak dan cucu keturunan mereka yang lahir bisa mendapatkan akta lahir, sebagai pengakuan yang sah dari negara.

Sejumlah pasangan yang datang ke Pengadilan Agama tak langsung menjalani sidang isbat nikah. Mereka hanya mendaftarkan diri, sambil berusaha melengkapai persyaratan yang diminta majelis hakim.

Para hakim, panitera dan pegawai pengadilan pun tampak sibuk melayani warga yang membludak. Sebab pasangan suami istri yang tak resmi menurut negara ini mendatangi kantor PA sambil membawa saksi-saksi, termasuk imam desa yang menikahkan dan dokumen lain yang menguatkan pernikahan mereka.

Misalnya pasangan Hana dan Majid, warga asal Kecamatan Tutar yang sudah punya lima anak dan beberapa cucu. Keduanya mengaku menikah tanpa mendapatkan surat nikah yang sah dari kantor agama setempat.

"Orang tua dulu menikah di desa tidak perlu pakai surat nikah, cukup diketahui aparat pemerintah setempat dan imam, pernikahan sudah bisa dilangsungkan," ujar Hana, Minggu (2/11/2012).

Untuk mendapatkan akta kelahiran anak-anaknya, Hana dan Majid harus memiliki surat nikah yang bisa ditunjukkan di kantor catatan sipil setempat.

Sementara Humas Pengadilan Agama Polewali Mandar Syarifuddin sudding mengatakan, ada 4.900 lebih pasangan tidak resmi dilaporkan pemda ke kantor Pengadilan Agama. Namun setiap harinya, petugas pengadilan hanya mampu menyidangkan 25 hingga 30 pasangan saja.

Bagi pasangan yang bisa membawa segala kelengkapan yang dibutuhkan, hanya menjalani persidangan selama 30 menit hingga satu jam. Namun pasangan yang tidak menunjukkan bukti-bukti pernikahan, termasuk saksi, harus menjalani sidang cukup lama, bahkan harus ditunda dan diminta menghadirkan alat bukti yang diperlukan majelis hakim.  

Untuk menyelesaikan sidang isbat 4.900 lebih pasangan dari 16 kecamatan di Polewali Mandar ini, diperlukan waktu berbulan-bulan. Sidang isbat nikah ini seluruhnya dibiayai oleh pemda, sehingga setiap pasangan tidak perlu membayar.(*)

Akses lampung.tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat lampung.tribunnews.com/m


11.26 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger