TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGERANG-"Tolong jangan ambil gambar (foto) saya ya, Mas. Kasihan keluarga saya. Tolong ya."
Kalimat bernada sopan itu terlontar dari mulut Ramadhan Gumilang alias Gugum (25) saat ditemui Warta Kota di ruang Reserse Kriminal Polrestro Tangerang, Jumat (2/5/2014) petang pukul 16.30 WIB.
Di hadapan Warta Kota, tersangka kasus pembantaian satu keluarga di Jalan Bungur 3, Perum Periuk Jaya RT 06/06, Periuk, Kota Tangerang itu nampak berusaha tenang dan bersahabat. Namun dari raut wajah dan tatapan matanya, terlihat jelas bahwa dirinya tengah dibekap perasaan bersalah yang sangat hebat.
"Alhamdullilah sehat, tapi saya stres banget sih, Mas," ujar Gugum sambil tertawa kecil saat Warta Kota menanyakan kabarnya. Masih mengenakan seragam tahanan berwarna jingga, Gugum pun menyalakan sebatang rokok sebelum memulai cerita panjangnya. "Saya cerita yang saya sanggup saja ya, Mas," ujar laki-laki bertubuh kurus itu.
Anak bungsu dari empat bersaudara itu pun memulai kisah tragisnya dari awal perkenalannya dengan sang kekasih, Dewi Febriana (25). "Saya pacaran dengan Dewi sudah jalan tujuh tahun. Perlu saya luruskan di sini kalau hubungan saya sama Dewi sekarang masih berstatus pacaran, belum putus," kata Gugum.
Gugum memaparkan, ia pertama kali berkenalan dengan Dewi di Lapangan Ahmad Yani, Kota Tangerang pada tahun 2007 dulu. "Saya dikenalkan sama teman saya, kebetulan saudara sepupunya Dewi. Waktu itu saya sedang menyelesaikan kuliah S1 Teknin Mesin saya, sementara Dewi masih duduk di bangku SMA," kata Gugum.
Dari perkenalan pertama, keduanya ternyata langsung cocok. Gugum dan Dewi pun langsung menjalin kisah asmara tak lama setelah berkenalan.(bersambung)
Anda sedang membaca artikel tentang
Tiga Puluh Menit Bersama Pembunuh Satu Keluarga
Dengan url
https://lampungposting.blogspot.com/2014/05/tiga-puluh-menit-bersama-pembunuh-satu.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Tiga Puluh Menit Bersama Pembunuh Satu Keluarga
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Tiga Puluh Menit Bersama Pembunuh Satu Keluarga
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar