Tribun Lampung - Senin, 8 Oktober 2012 10:39 WIB
Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Pertambangan Emas Rakyat Indonesia (Aspiri) Maluku, Andi Ridwan, kepada sejumlah wartawan di Ambon, Minggu (7/10/2012).
Andi merincikan, saat ini saja terdapat 50.000 mesin tromol yang beroperasi di sejumlah kawasan di Pulau Buru. Satu unit dapat memproduksi 50 gram emas per hari. Dengan demikian, jika dikalkulasi, emas yang dikeruk mencapai 2,5 ton dalam sehari.
Andi mengakui, hal itu belum lagi ditambah dengan sistem produksi yang menggunakan teknologi "tong" yang saat ini sudah mencapai 1.000 unit di Pulau Buru. Setiap unit teknologi "tong" dapat memproduksi emas 100-200 gram per hari.
"2,5 ton emas itu dengan menggunakan alat produksi tromol, belum lagi jika dihitung dengan menggunakan sistem produksi tong yang kapasitas produksinya jauh lebih besar," ujarnya.
Andi menargetkan, jika tahun 2013 nanti Izin Pertambangan Rakyat (IPR) sudah dikeluarkan pemerintah pusat, dipastikan 5.000 tong akan tersedia di Pulau Buru. "Kalau data yang kita ketahui soal penambang, hingga saat ini sudah ada sekitar 100 orang di Pulau Buru, ini terus meningkat jika dibandingkan dengan sebelum bulan puasa lalu," tambahnya.(*)
Akses lampung.tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat lampung.tribunnews.com/m
Anda sedang membaca artikel tentang
Tiap Hari 2,5 Ton Emas Dikeruk dari Gunung Botak
Dengan url
https://lampungposting.blogspot.com/2012/10/tiap-hari-25-ton-emas-dikeruk-dari.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Tiap Hari 2,5 Ton Emas Dikeruk dari Gunung Botak
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Tiap Hari 2,5 Ton Emas Dikeruk dari Gunung Botak
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar